Investasi naik lebih dari 50%, mencapai semua waktu tinggi | Berita

Posted pada 27 Jan, 2011

Investasi di Indonesia rebound ke semua waktu tinggi sebesar Rp 208,5 triliun pada tahun 2010 di balik fundamental ekonomi yang membaik dalam perekonomian terbesar di Asia Tenggara, kata pemerintah .

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ketua Gita Wirjawan mengatakan, pada hari Minggu jumlah realisasi investasi di negara tahun 2010 meningkat sebesar 54 persen menjadi Rp 208,5 triliun (US$22,95 miliar).

BKPM mengatakan total investasi tahun lalu melampaui target awal Rp 160,1 triliun. Investasi asing terdiri Rp 148 triliun atau 71 persen dari total investasi dan domestik menyumbang sisa Rp 60,5 triliun, menurut BKPM.

"Investasi asing meningkat sekitar 52 persen selama 2009's Rp 97,4 triliun, sedangkan investasi domestik juga naik secara signifikan, sekitar 60,1 persen, naik dari Rp 37,8 triliun di tahun 2009," katanya.

BKPM investasi dan pelaksanaan pengawasan wakil Azhar Lubis mengatakan bahwa lonjakan investasi asing langsung bisa sebagian dikaitkan dengan perbaikan dalam fundamental ekonomi negara pada tahun 2010.

"Investor asing juga memiliki persepsi yang lebih positif dari negara kita sebagai tujuan investasi mereka," katanya, menambahkan keyakinan tumbuh tercermin oleh penilaian upgrade bangsa oleh lembaga pemeringkat kredit internasional.

Sebagian besar investasi pergi ke Jawa, rumah ke ibukota negara, walaupun investasi di pulau-pulau lain meningkat.

Penanaman modal asing pergi terutama untuk proyek-proyek transportasi, penyimpanan dan telekomunikasi senilai $5,05 miliar (31,1 persen), diikuti oleh proyek-proyek pertambangan senilai $ 2,23 miliar(13,8 persen) dan proyek listrik, gas, dan air senilai $ 14,3 miliar (8,8 persen), menurut BKPM kata.

Gita mengatakan bahwa jumlah terbesar investasi asing datang dari Singapura dengan $ 5,01 miliar (30,9 persen), diikuti oleh Inggris dan Amerika Serikat dengan $ 1,89 miliar (11,7 persen) dan $ 930 juta (5,7 persen).

Pemerintah diharapkan total investasi meningkat 15 persen menjadi Rp 240 triliun di tahun 2011: 65 persen dari investasi langsung asing dan sisanya dari investasi domestik, menurut Gita
Dia mengatakan angka investasi akhir mungkin melebihi perkiraan karena berbagai faktor, seperti inflasi dan peningkatan infrastruktur.

"Pemerintah akan menyediakan fiskal serta insentif non-fiskal untuk menarik proyek-proyek investasi besar-besaran," katanya.

Sumber: The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 24/01/2011